Etika Hidup di Zaman Modern

photo source: http://www.lifehack.org/articles/communication/5-tips-how-change-your-attitude-for-the-better.html
etika hidup di zaman modern attitude of modern life

Beda zaman,  beda peradaban. Beda pula adat istiadat dan etika yang berlaku.  Apa yang dianggap sopan lima puluh tahun yang lalu, belum tentu dianggap sopan hari ini.  Begitu pula hal yang dianggap baik hari ini,  belum tentu masih dianggap baik di masa yang akan datang.

Nah..  karena kita sedang hidup di zaman modern, rasanya sangat penting bagi kami untuk membagikan bagaimana seharusnya kita bertindak-tanduk di zaman Millenium ini.

Hubungi Sebelum Mengunjungi

Ada kalanya teman yang hendak kita kunjungi sedang ingin istirahat total dan tidak ingin diganggu. Alangkah baiknya menelpon dahulu untuk meminta persetujuan atas rencana kunjungan anda. Jangan sampai bertamu yang sejatinya bertujuan untuk mempererat silaturrahmi malah berbalik menjadi perusak tali persahabatan.

Ketuk Pintu Maksimal Tiga Kali

Seandainya keadaan tidak memungkinkan untuk menghubungi teman sebelum berkunjung ke rumahnya. Anda hanya punya tiga kesempatan untuk mengetuk pintu dan memanggil namanya. Ketika jatah anda habis, enyahlah dari sana. Jangan hanya berfikir “ia sedang tidur, jadi harus ketuk lagi agar dia sadar” tapi anda juga harus berasumsi “ia sudah mendengar saya, tapi sedang tak ingin diganggu”.

Tidak Meludah di Depan Orang

Meludah merupakan aksi yang sangat tidak sopan.  Bahkan di beberapa negara ada yang menganggap tindakan meludah di depan orang sebagai bentuk pelanggaran HAM ringan.

Izin Dulu Sebelum Unggah Foto Teman di Medsos

Foto selfie bersama teman rasanya rugi jika tidak diunggah ke jejaring sosial seperti facebook dan instagram. Harap bersabar, karena siapa tahu teman anda sedang merahasiakan keberadaannya atau ada alasan lain yang akan berakibat buruk jika foto itu diunggah. Jadi, jangan lupa minta restu dulu ya..

Anda Yang Menunggu, Bukan Mereka.

Salah satu budaya yang sulit sekali dihilangkan di indonesia adalah budaya terlambat. Budaya ini semakin parah dengan prinsip “Ketimbang saya capek menunggu, lebih baik saya datang belakangan”. Apa jadinya jika semua orang punya prinsip seperti ini?

Perhiasan Bukan Lagi Kebanggaan

Tak seperti dahulu, perhiasan merupakan alat untuk menunjukkan status sosial. Namun di zaman modern ini orang-orang mulai sadar bahwa intelektual dan etika adalah hal yang lebih pantas untuk dinilai. Jadi, jangan terlalu banyak mengenakan perhiasan jika tidak ingin dicap “Norak”.

Siapa Mengajak, Dia Yang Bayar Bill

Ketika anda mengajak teman untuk makan malam, nonton bioskop, atau nongkrong di kafe. Anda harus menerima konsekuensi bahwa anda lah yang harus membayar bill. Siapa tahu teman anda sebenarnya sedang mengalami kesulitan ekonomi namun demi persahabatan, teman anda tak ingin menolak ajakan.

Orang Yang Lebih Dulu di Dalam Lift, Lebih Dekat Dengan Pintu.

jika anda memasuki lift pertama kali, pastikan anda di dekat pintu. Sebaliknya, jika sudah ada orang di dalam lift maka ambil lah posisi berdiri yang jauh dari pintu lift. Begitulah etika antre di dalam lift yang benar.

Hindari Pertanyaan Yang Berhubungan Dengan Harga

Anda pergi ke pesta pernikahan teman lama anda. Kemudian mata anda terpukau dengan gaun yang ia kenakan. lalu anda bertanya “Bagus sekali gaunnya, harga sewa berapa?”. Percayalah, anda akan terlihat seperti rentenir di mata teman anda.

Teman Anda Sudah Putar Musik, Jangan Ikutan.

Walaupun selera musik anda berbeda dengan teman anda, jangan pernah membunyikan musik saat teman anda sudah membunyikan musik terlibih dahulu. Jujur saja, itu kampungan!

Jangan Menanyakan Password Teman

Setiap orang yang memberi proteksi pada perangkatnya dengan sebuah password tujuannya jelas. Memastikan bahwa privasi yang ada dalam gadgetnya hanya bisa diakses atas otoritasnya. Jika anda hendak meminjam komputer atau handphone teman, minta lah teman anda sendiri yang mengetik passwordnya. Never ask the password!

Lampu Merah ke Hijau, Jangan Bunyikan Klakson

Hal yang paling sering ditemui di kota-kota kecil yang baru berkembang. Saat lampu lalu lintas baru saja berpindah dari lampu merah ke lampu hijau, orang-orang mulai panik membunyikan klakson tak sabar ingin bergerak maju. Padahal, pengendara yang berada di garis depan butuh waktu untuk menyalakan mesin atau mengganti posisi gear baru kemudian bisa bergerak.

Jadilah teman, sahabat, dan rekan kerja yang seru ya!