Selamat dari Tsunami Palu, begini cara “Bang Jack” selamatkan diri

Selamat dari tsunami palu gempa palu gempa donggala

Saat itu, Zakaria atau yang akrab disapa Bang Jack ini tengah berada di kota Palu Sulawesi tengah untuk meliput acara Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) bersama Tim Genpi dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Sempat merasa was-was saat hendak berangkat, karena konon gempa seringkali bolak-balik antara Sulteng dan Lombok. Tapi pada akhirnya, Bapak satu anak ini memutuskan untuk tetap pergi juga.

“Kalau memang ajal, dimanapun bisa terjadi,” begitu kata isterinya yang juga sempat mencemaskan kepergian bang Jack.

Lalu, hari itu pun tiba. Tanggal 27 Bang Jack tiba di Palu. Bersama rekan Genpi lainnya ia menginap di Hotel Sha tak jauh dari lokasi acara FPPN. Tanggal 28 atau hari-H acara, sempat terjadi beberapa kali gempa berkekuatan 5 skala richter lebih menggoyang hotel tempat Bang Jack menginap. Anehnya, hanya Bang Jack sendiri yang panik dan berlarian turun ke bawah.

“Gak usah panik pak, di sini memang sering terjadi gempa. Dari Lombok ya? Pasti trauma karena gempa 7 sr ya?” begitu tanggapan pelayan hotel yang mendapati Bang Jack panik.

Cukup tenang mendengar penjelasan pelayan Hotel, Bang Jack pun berangkat ke lokasi acara FPPN yang berlokasiĀ  di Sepanjang Pesisir Teluk Palu, dimulai dari ujung Hotel Wina Pantai sampai ujung menuju belokan menuju Swiss Bell Hotel. Dekat dengan jembatan kuning khas Kota Palum

Bang Jack sampai di lokasi acara 15 menit sebelum gempa berkuatan 7,4 meluluhlantahkan Sulawesi Tengah. Ia sempat jeprat jepret rumah adat yang berada di sana.

Lalu tiba-tiba, ia mendengar seperti ada suara ledakan yang sangat keras. Tanah pun bergoyang dengan dahsyatnya membuat seluruh orang terjatuh seketika. Bang Jack sendiri berpegangan disebuah pembatas jalan. Tanah amblas di sana-sini. Guncangan terjadi selama satu menit lebih. Persis seperti kejadian yang sering kita lihat di Film.

“Tidak berapa lama setelah itu. Bahkan saya merasa tanah masih bergoyang. Orang-orang berteriak air naik.. Air naik!! Tanpa pikir panjang saya langsung lari menyelamatkan diri,”

Bang Jack berlari ke sebuah gedung kepolisian berlantai dua yang masih utuh. Langkahnya terasa berat karena sepatunya basah.

“Tanah di sana-sini meledak menyemburkan air bercampur lumpur,” tutur Bang Jack.

Tak bisa mencapai tangga menuju lantai 2 gedung. Air Tsunami setinggi 3 meter tiba-tiba sudah menggulung Bang Jack dengan berbagai material. Di tengah kesadaran yang selalu dijaganya, Bang Jack berada di dalam gulungan air tsunami kurang lebih selama satu menit sebelum akhirnya terhempas menuju ke tembok dekat tangga menuju lantai 2 yang tadi ditujunya.

“Orang-orang kemudian mengulurkan tangannya dan saya selamat. Saya langsung sujud syukur,”

Selamat dari Tsunami Palu, Bang Jack kembali harus berjuang untuk dapat mencapai bandara agar bisa segera dievakuasi keeskokan harinya. Ia berjalan kaki puluhan kilo meter tanpa alas. Mirisnya, saat itu Bang Jack dalam keadaan luka disekujur tubuh, haus, dan lapar.

“Saya melihat langsung bagaimana Mall Ramayana rubuh dan bangunan-bangunan lainnya rata dengan tanah. Suara-suara minta tolong terdengar di mana-mana. Karena itu sampai sekarang saya masih agak takut melihat pantai dan gedung tinggi,”

Kini berkat takdir Sang Pencipta, dan berkat handphone android yang untungnya dapat dibelinya untuk menelpon isteri dan teman-temannya yang lain, Bang Jack akhirnya dapat kembali pulang ke Lombok dan selamat dari Tsunami Palu.

Untuk cerita selengkapnya, simak wawancara kami dengan Bang Jack di bawah ini!

Part 1

Part 2